Top Ad 728x90

More Stories

3 PRIA TERKENA PELURU NYASAR DALAM SEPEKAN

by

 


Operator, Berita - Kasus peluru nyasar yang mengenai warga kembali terjadi di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Ini merupakan peristiwa peluru nyasar ketiga yang terjadi di Palembang. Peristiwa pertama terjadi pada Rabu (4/11/2020) menimpa seorang warga bernama Nurma.

Kedua, terjadi pada Kamis (5/11/2020) menimpa seorang petani bernama John Sailah.
Terakhir, kasus peluru nyasar yang mengenai Febri Julian Saputra (23), Selasa (10/11/2020).
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa peluru nyasar yang menimpa tiga warga tersebut.

Berikut Operator mengutip dari Tribunnews.com tiga kasus peluru nyasar yang terjadi di Palembang selama sepekan terakhir:
1. Nurma

Melansir Sripoku.com, seorang perempuan bernama Nurma (30) terkena peluru nyasar saat sedang berdiri di depan rumahnya, Rabu (4/11/2020).

Nurma merupakan warga Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Suami korban Agus mengatakan, saat kejadian istrinya hendak menutup pintuk untuk masuk rumah.

Namun, tiba-tiba saja Nurma lemas dan kakinya mengeluarkan darah. Ia kemudian melaporkan kejadian yang dialami istrinya itu kepada Ketua RT dan selanjutnya korban dibawa ke ruah sakit.
"Panik, istri saya terduduk lemas dan saya pun yang mengetahui langsung melihat. Lalu saya langsung melapor ke RT," jelasnya.

Dari hasil visum, tidak ada tulang retak dan hanya luka luar.

"Usai divisum, istri saya langsung dibawa pulang, untuk peluru memang tidak menancap dikakinya, namun ada di dekat istri saya," ungkapnya.

2. John Sailah

Hari berikutnya peluru nyasar kembali mengenai warga, kali ini menimpa seorang petani bernama John Sailah.

Ia terkena peluru nyasar saat hendak pulang dari kebunnya di Tanjung Raja Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (5/11/2020).

Warga Dusun Kerinjing, Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir ini seketika ambruk dan meringis kesakitan di bagian dada, sambil mengeluarkan darah.
Ketika ditemui di RSUD Bari Palembang, nampak korban mengalami luka di bagian dada sebelah kanan.

Menurut keterangan mertua korban, Yabani menuturkan, bahwa korban terkena peluru nyasar ketika di jalan hendak pulang ke rumah usai dari kebunnya.

"Tiba-tiba saja ada suara letusan kemudian korban kesakitan di bagian dada kanan dan mengeluarkan darah," katanya, (6/11/2020).

Yabani sendiri mengaku saat kejadian dirinya tidak bersama korban.

Ia mengetahui kabar mantunya ini sudah dibawa ke RS Bari Palembang.

3. Febri Julian Saputra


ikutip Tribunnews.com dari TribunSumsel.com, Kasus peluru nyasar yang baru saja terjadi menimpa seorang pria bernama Febri Julian Saputra (23).

Febri baru lulus dari sekolah tinggi penerbangan dan sedang pulang untuk liburan di Palembang, Sumatera Selatan.

Peristiwa tertembaknya Febri terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, Selasa (10/11/2020).

Sebelum tertembak, saat itu ada aksi polisi mengejar bandar narkoba di Jalan Ahmad Yani.
Tiba-tiba terdengar beberapa kali suara letusan senjata api, Febri kemudian terkena tembakan.

Ayah Febri, Junaedy (55) mengatakan, saat itu anaknya izin keluar rumah untuk menjemput temannya menggunakan mobilnya.

"Menurut anak saya tadi malam dia lagi parkir mobil dan menunggu temannya sambil berdiri dekat mobilnya,"
"Tiba-tiba terdengar suara tembakan dan dua mobil berkejaran. Setelah itu anak saya terkena peluru nyasar di bahu sebelah kananya," ujar Junaedy warga Kompek OPI, Blok H 16, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Rabu (11/11/2020).

Setelah kejadian itu, anaknya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.
"Setelah dibawa ke RS tersebut, kondisi anak saya membaik sehingga tadi malam di bawa pulang ke rumah," katanya.

Junaedy mengungkapkan, Rabu pagi anaknya di jemput anggota kepolisian dari Polda.

"Anak saya pergi bersama istri saya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara mungkin kembali untuk mengecek keadaan anak saya," ungkapnya.

Mengenai luka tembak yang mengenai anaknya ia tidak bisa berkata banyak.

"Mungkin nanti pihak kepolisian yang akan menyampaikannya langsung," jelasnya.

Diketahui korban baru lulus kuliah dari sekolah tinggi penerbangan di Bandung.

"Dia baru lulus dari sekolah tinggi penerbangan di bandung, dan sekarang tengah pulang untuk berlibur," bebernya.

Junaedy tidak berharap banyak, yang penting anaknya sembuh dan kembali sehat.

"Terutama anggota ke polisian tersebut mau bertanggungjawab," tutupnya singkat.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji membenarkan adanya seorang laki-laki di Palembang yang terkena peluru nyasar.

Pria yang terkena luka tembak langsung dilarikan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.

Selanjutnya pemuda itu dirawat di RS Bhayangkara Palembang.

Tim gabungan identifikasi dan piket SPKT Polrestabes setelah mendapat laporan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan ada selongsong peluru di TKP dan juga terlihat ada lubang bekas peluru di baju hitam yang dipakai korban.

Saat itu, ada penggerebekan kasus narkoba di seputaran lokasi pada Selasa sekira pukul 22.10 WIB.

"Benar, ada dugaan korban salah tembak. Itu masih didalami karena penggerebekan kasus narkoba. Apakah ada keterlibatan atau korban masih didalami," ungkap Anom.

Lanjut Anom, korban dalam kondisi stabil dan sudah mendapat perawatan medis juga telah diperiksa oleh penyidik setelah diduga terkena peluru.

"Yang bersangkutan masih diperiksa juga. Penggerebekan oleh anggota narkoba dari Polda Sumsel. Kondisi di lokasi juga saat itu tidak stabil, namanya kasus narkoba," tutupnya.



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dalam Sepekan 3 Warga Palembang Tertembak Peluru Nyasar, Terakhir Pria Lulusan Sekolah Penerbangan, https://www.tribunnews.com/regional/2020/11/11/dalam-sepekan-3-warga-palembang-tertembak-peluru-nyasar-terakhir-pria-lulusan-sekolah-penerbangan?page=4.
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Tiara Shelavie



PFIZER DIKLAIM EFEKTIF ATASI COVID-19. INI KATA SATGAS

by

 

Operator, Berita - Dunia kini menerima kabar baik terkait ditemukannya vaksin Covid-19 Pfizer yang diklaim memiliki efektivitas 90 persen mencegah virus Corona.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia apakah tertarik membeli vaksin yang dikembangkan oleh BioNTech itu.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah hingga kini belum bisa memutuskan apakah membeli vaksin Covid-19 Pfizer, lantaran banyak hal yang harus dipersiapkan untuk pengadaannya.

"Masih mempertimbangkan pembelian vaksin Pfizer," kata Wiku saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (11/10/2020).

Wiku pun mengamini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut bahwa vaksin itu disiapkan untuk menjadi bagian berikutnya dari pengadaan vaksin di dalam negeri.

"Satgas Covid-19 bagian Komite. Untuk sekarang belum (beli Pfizer)," tutur dia.

Diketahui seperti yang dilansir NPR, vaksin Pfizer lebih dari 90% efektif mencegah Covid-19, menurut hasil klinis yang dirilis Pfizer pada hari Senin (9/11/2020).

Temuan itu berasal dari analisis sementara dari sebuah penelitian yang melibatkan 43.538 sukarelawan, 42% di antaranya memiliki "latar belakang beragam".

Setiap peserta mendapat dua suntikan dengan selang waktu 21 hari.

Dalam rilis berita dari Pfizer dan mitranya BioNTech, 94 kasus Covid-19 yang dievaluasi di antara relawan menunjukkan vaksin itu lebih dari 90% efektif dalam mencegah Covid-19.



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Vaksin Covid-19 Pfizer Diklaim Efektif, Apakah Indonesia Beli? Ini Kata Satgas, https://www.tribunnews.com/corona/2020/11/11/vaksin-covid-19-pfizer-diklaim-efektif-apakah-indonesia-beli-ini-kata-satgas.
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani

ENAM SISWA MAN 3 KOTA PAYAKUMBUH IKUTI KOMPETISI INI.

by



Operator Pendidikan - Pada ajang bergengsi tahun ini Kompetisi Sains Madrasah Online ( KSMO ) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama diikuti oleh seluruh jenjang madrasah se-indonesia. Kegiatan yang dilakukan secara online melalui aplikasi yang disediakan pihak penyelenggara ini berlangsung 3 sesi untuk setiap tingkatnya dengan hari yang berbeda pada tingkat MI, MTs, dan MA.

Hari ini, 11 November 2020 peserta yang mengikuti KSMO tingkat nasional ini adalah MA. Siswa MAN 3 Kota Payakumbuh ikut serta dalam kompetisi ini. Setelah sebelum nya untuk tingkat MTs berjalan lancar. Namun, untuk tingkat MI dilakukan penundaan lomba terkait kendala server.

Informasi dari panitia pelaksana tinggkat madrasah khususnya MAN 3 Kota Payakumbuh, jumlah bidang yang dilombakan ada 6 mata pelajaran. Diantaranya Biologi, Matematika, Fisika, Ekonomi, Kimia dan Geografi.

Melansir berita dari website resmi MAN 3 Kota Payakumbuh Panitia KSMO tingkat nasional, ibuk Yaumil menuturkan perihal siswa yang mengikuti lomba ini.

" Biologi dan Matematika yang merupakan sesi pertama diikuti oleh Yunita Fadilla dari kelas XII MIA dan Nurhanifa untuk bidang Matematika dari kelas XII Agama ", tutur Ibuk Yaumil selaku panitia pelaksana.

Pada bidang Fisika siswa dari kelas XI MIA, Afrida Riani dan Ekonomi diwakili oleh Legita Amandani kelas X IIS. Sedangkan pada bidang Kimia dari kelas XII MIA, Fitri Aisyah dan Geografi diikuti oleh Vany Fadilla kelas XII IIS.(11/11)

Top Ad 728x90

Top Ad 728x90